Pemrograman Berorientasi Objek (PBO), Materi Penting yang Wajib Dipahami
Pemrograman Berorientasi Objek atau Object Oriented Programming (OOP/PBO) adalah salah satu mata kuliah inti dalam jurusan IT. Hampir semua aplikasi modern, mulai dari sistem informasi akademik, aplikasi kasir, hingga website dan aplikasi mobile, dibangun menggunakan konsep ini.
Karena itu,
memahami PBO bukan hanya untuk lulus mata kuliah, tetapi juga sebagai bekal
masuk dunia kerja IT.
Apa Itu
Pemrograman Berorientasi Objek?
Pemrograman
Berorientasi Objek adalah paradigma pemrograman yang berfokus pada objek
sebagai dasar penyusunan program.
Jika dalam
pemrograman prosedural kita fokus pada fungsi atau langkah-langkah, maka dalam
PBO kita fokus pada:
- Class
- Object
- Atribut (data)
- Method (fungsi dalam class)
Secara sederhana,
PBO adalah cara membuat program dengan meniru konsep dunia nyata ke dalam
sistem.
Contohnya dalam
sistem informasi kampus:
Mahasiswa adalah
objek.
Mahasiswa memiliki NIM, nama, jurusan (atribut).
Mahasiswa bisa daftar mata kuliah dan bayar UKT (method).
Pendekatan ini
membuat program lebih terstruktur dan mudah dikembangkan.
Konsep Dasar
dalam PBO
Dalam materi
Manajemen Informatika D3, ada beberapa konsep utama yang wajib dipahami.
1. Class
Class adalah
cetakan atau blueprint untuk membuat objek.
Contoh:
Jika kita ingin membuat sistem data mahasiswa, kita membuat class bernama
Mahasiswa. Class ini berisi atribut dan method yang dimiliki mahasiswa.
2. Object
Object adalah hasil
dari class.
Jika class adalah
cetakan, maka object adalah hasil jadinya.
Misalnya, data mahasiswa bernama Andi adalah satu object dari class Mahasiswa.
3. Encapsulation
Encapsulation
adalah pembungkusan data agar tidak bisa diakses secara sembarangan.
Biasanya
menggunakan kata kunci seperti private dan public serta method getter dan
setter.
Tujuannya adalah menjaga keamanan data dan mengontrol akses terhadap atribut.
4. Inheritance
Inheritance adalah
konsep pewarisan sifat.
Contoh:
Class Mahasiswa bisa memiliki turunan seperti MahasiswaReguler dan
MahasiswaBeasiswa. Class turunan mewarisi atribut dan method dari class utama.
5. Polymorphism
Polymorphism
berarti satu method bisa memiliki banyak bentuk atau perilaku berbeda
tergantung konteksnya.
Contohnya, method
hitungBiaya() bisa menghasilkan nilai berbeda untuk mahasiswa reguler dan
mahasiswa beasiswa.
Mengapa
Mahasiswa IT Harus Belajar PBO?
Sebagai mahasiswa
D3 Manajemen Informatika, Anda akan sering membuat:
- Sistem Informasi Akademik
- Sistem Kasir
- Sistem Inventaris
- Aplikasi Perpustakaan
- Sistem Penggajian
Semua sistem
tersebut lebih mudah dibangun menggunakan konsep PBO karena lebih terstruktur
dan mudah dikembangkan.
Robert C. Martin
dalam bukunya Clean Code (2008) menyatakan bahwa pemrograman berorientasi objek
membantu sistem tetap fleksibel dan mudah dirawat. Artinya, PBO sangat penting
untuk pengembangan sistem jangka panjang.
Pengalaman
Praktisi di Dunia Kerja
Seorang programmer
berpengalaman pernah mengatakan:
“Waktu kuliah D3 saya
menganggap PBO hanya teori. Tapi ketika masuk dunia kerja, saya sadar bahwa
hampir semua project menggunakan konsep class dan object. Tanpa memahami itu,
sulit membaca dan mengembangkan sistem orang lain.”
Hal ini karena
framework modern seperti Laravel, Django, Spring, dan .NET semuanya menggunakan
konsep OOP.
Perbedaan
Pemrograman Prosedural dan PBO
Pemrograman
prosedural berfokus pada fungsi dan langkah-langkah eksekusi. Cocok untuk
program kecil dan sederhana.
Pemrograman
berorientasi objek berfokus pada objek dan struktur sistem. Cocok untuk sistem
besar dan kompleks karena lebih mudah dikembangkan.
Dalam konteks D3
Manajemen Informatika, memahami PBO akan sangat membantu saat membuat tugas
akhir atau project sistem informasi.
Mengapa Banyak
Mahasiswa Menganggap PBO Sulit?
Biasanya bukan
karena materinya sulit, tetapi karena:
- Terlalu fokus pada syntax,
bukan konsep
- Kurang latihan praktik
- Tidak membayangkan contoh
dunia nyata
- Tidak memahami hubungan
antara class dan object
Padahal jika
dianalogikan dengan kehidupan sehari-hari, konsep PBO justru lebih mudah
dipahami.
Penelitian dalam
IEEE Software Engineering Journal menunjukkan bahwa pembelajaran OOP berbasis
proyek meningkatkan pemahaman konsep secara signifikan dibanding pembelajaran
teori saja. Artinya, praktik jauh lebih penting daripada sekadar membaca modul.
Tips Belajar PBO
untuk Mahasiswa D3 maupun S1
Agar lebih mudah
memahami Pemrograman Berorientasi Objek:
- Pahami konsep sebelum
menghafal syntax
- Bayangkan objek dalam
kehidupan nyata
- Latihan membuat project
sederhana seperti CRUD Mahasiswa
- Pelajari kembali error yang
muncul saat coding
- Diskusi dengan teman atau
dosen
Semakin sering praktik, semakin mudah memahami pola berpikir dalam PBO. Pemrograman Berorientasi Objek adalah materi penting dalam Manajemen Informatika D3 karena:
- Digunakan dalam hampir semua
sistem modern
- Membuat program lebih
terstruktur
- Memudahkan pengembangan dan
pemeliharaan sistem
- Sangat relevan dengan
kebutuhan industri IT
Jika dipelajari dengan pendekatan yang benar dan banyak latihan, PBO bukanlah materi yang sulit, melainkan fondasi penting untuk menjadi programmer yang profesional.
Berikut ini ada beberapa referensi materi yang bisa kamu pelajari sewaktu pembelajaran praktikum di perkuliahan.
1. Mengenal Java (Class dan Object
2. Attribute dan Method
3. Pengenalan Objek Class-Lanjutan
4. OOP
5. Constructor
6. Abstrak Class
7. Interface
Unduh materi Pemrograman Berorientasi Objek. Semoga bermanfaat

Komentar
Posting Komentar