Nasihat Aagym: 5 Kiat Menghadapi Masalah


1. Siap menghadapi takdir yang cocok dan tidak cocok.

Betapa banyak kejadian tidak terduga banyak terjadi, jadi kita harus siap, hidup ini mustahil semua keinginan kita akan terjadi, kalau keinginan kita semua terjadi pasti akan bertabrakan. Ingat bahwa yang terjadi menurut kita tidak baik belum tentu menurut Allah tidak baik, dan sebaliknya yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah baik.

QS Al Baqarah ayat 216:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. "

Tugas kita memaksa kita untuk menurut atas kehendak Allah.

2. Ridho 

Kalau sudah terjadi harus ridho, apapun kejadiannya harus ridho. Orang itu menderita karena tidak menerima takdir. Jika didalam takdir itu ada kebaikan itu pasti karena karunia dari Allah tetapi jika dalam takdir itu ada keburukan itu pasti karena dosa kita yang tidak ti tobati. Oleh karenanya yang kita cari bukan izin Allah tetapi ridho Allah. Jadi menerima takdir itu adalah keimanan, yang membuat kita menderita karena tidak menerima takdirnya. Pokoknya kalau sudah terjadi terima, jangan sampai ada "seandainya-seandainya", karena sudah terjadi. Maka tinggal maksimalkan ikhtiar untuk menghadapi takdir yang lainya. Jadi orang yang paling bisa menerima takdir itu orang yang paling produktif saat menghadapi masalah.

3. Jangan mempersulit diri 

Hidup jangan di buat ribet, jangan mendramatisir masalah dalam pikiran kita, sehingga masalah kita itu pada pikiran kita bukan masalah kita, terima takdir yang ada pikir solusinya jangan dipersulit oleh pikiran kita sendiri, jangan buruk sangka kalau kita mendapat takdir kurang cocok mungkin itu belokan dari Allah untuk takdir kita yang baik. 

4. Evaluasi diri 

Merasa spesial merasa lebih dari orang lain itu merupakan dosa. Dan pada saat kita mendapat masalah itu evaluasi kita. Kalau kebaikan datang dari Allah apabila keburukan datang dari dosa kita. Kita diberi masalah mungkin itu menjadi tempat kita untuk evaluasi diri siapa tahu kita ujub. Ada yang dagang penderitan agar dianggap orang yang tangguh. Hati-hati itu merupakan perilaku tidak ridho terhadap takdir yang terjadi. Salah satu cara untuk mengevaluasi diri, adalah dengan berdzikir.

5. Cukuplah Allah sebagai penolong kita 

Tidak ada yang melepas kita selain dari Allah, karena Allah lah yang membolak-balikan hati kita dan setiap takdir dari Allah itu pasti baik. Jangan pernah berhenti berdzikir, karena orang yang berdzikir itu akan selalu di ingat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Karena sesungguhnya dengan berdzikir bisa membuat hati kita lebih tenang.


QS Ar Radh ayat 28 :

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. "


*Apabila ada masalah:

a. Perbaiki solat

b. Perbaiki pemahaman Quran

c. Membaca sholawat, Apabila kita bersholawat kepada Rasululloh jangan hanya sekedar lisan gunakan juga perasaan

d. Perbanyak Dzikir, Persoalan sebesar apapun apabila Allah membantu, maka Allah akan mempermudah masalahnya, karena masalah kecilpun akan sulit sekali diselesaikan apabila Allah Ta'ala tidak membantunya. 

Semoga bermanfaat,

Diresume oleh Fajar
Silahkan Sahabat dapat menyimak video lengkapnya melalui link di bawah ini:
https://youtu.be/-fDvrnPD-9Y

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mungkin Kita Pernah Kecewa?

Daftar Pondok Yang Ada di Kuningan Jawa Barat

Pemain Negeri 5 Menara