LinkedIn itu apa?

What’s LinkedIn?

Tahun 2018 Kali pertama saya buat akun di platform LinkedIn. Sedangkan Instagram saya buat di sekitar tahun 2016-2017. Di saat temen - temen lainnya sudah memiliki media sosial Instagram, namun sepertinya hanya saya saja yang baru buat pada saat itu. Sebetulnya saya niat ga niat untuk membuat akun instagram, namun karena situasi pada saat itu memang terasa hambar, jadi saya pun ntah mengapa buat juga pada akhirnya. Terlebih memang saat itu, posisi saya masih tingkat 3 dan mau menjelang tingkat akhir, dan di tahun 2017-nya kemarin akan menghadapi Kuliah Kerja Nyata (KKN), jadi hubungan komunikasi di sosial media kiranya itu juga cukup penting dalam mempererat tali pertemanan kedepannya.

Kembali ke topik utama, berbicara tentang linkedIn awalnya saya buat karena pada saat itu di tahun 2018 saya posisi baru saja lulus. Dan saya browsing di beberapa artikel maupun dari berbagai orang - orang yang berpengalaman di media maupun professional job mereka, bahwa ternyata LinkedIn ini merupakan salah satu platform penting dalam sebuah profile di Curriculum Vitae. Alasannya karena seseorang dapat dilihat dari segi keprofesionalan dirinya melalui platform ini, ditambah pula bahwa para pengguna di LinkedIn ini ternyata bukan hanya orang-orang yang biasa sekedar mengekspresikan dirinya layaknya di media sosial lainnya seperti facebook, twitter, Instagram, dll, namun disini adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang luar biasa dan profesional. 



Awalnya memang tidak begitu interest sih terkait hal ini, sempat dinilai platform ini terlihat agak kaku dan tidak berekspresi sekilas saya lihat. Dan kalaupun memang dirasa hanya untuk mendapatkan pekerjaan, sebetulnya sempat ada juga tawaran dari luar dan keluarga, namun karena memang kurang pas dihati, jadi disini saya coba ikuti alurnya dengan memulai memberikan informasi yang jelas pada profile saya. Setelah biodata serta identitas saya lengkapi dengan baik, kemudian saya langsung masukan akun linkedIn tersebut kedalam CV saya. Kemudian lanjut berbagai company saya coba apply sambil coba menikmati sensasi yang belum pernah saya rasakan sebelumnya, perihal bagaimana rasanya ketika seseorang melamar sebuah pekerjaan. Berbagai company saya telaah dan dirasa cocok, namun banyak pula company yang hanya sebatas lirik saja.

Singkat cerita, Alhamdulillah panggilan pun datang. Mulai lah dari sana saya coba perluas jaringan koneksi saya yang ada di LinkedIn dengan berbagai background profesi, dari berbagai daerah maupun luar negeri, HR, Director, Graphic Designer, UX Designer, Developer Application, Copy Writter, Writer, Public Speaker, dan para professional people lainnya. 

Apabila dilihat secara mayoritas, pengguna LinkedIn kebanyakan adalah orang yang memiliki visi misi yang terstruktur, pengguna LinkedIn adalah orang – orang yang memiliki sifat futuristic dalam mengembangkan dirinya dan pengguna LinkedIn adalah orang – orang yang senantiasa sharing berbagi pengalaman dan mau belajar dalam memahami ataupun memperbaiki dirinya atau bahkan dalam mengembangkan ruang lingkup bisnisnya. Dari sini saya belajar…,
•    Dari LinkedIn seseorang dapat belajar saling menghormati dan menghargai dari para professional maupun dari para expert lainnya.
•    Dari LinkedIn seseorang dapat belajar bagaimana memahami dari atasan ke bawahan maupun sebaliknya yang terkadang kita pun harus memahami dari bawahan ke atasan, bagaimana menjadi seorang leader yang baik, memahami cara berkomunikasi maupun dari berbagai profesi dan belajar saling mengerti dan memahami berbagai karakter untuk menciptakan situasi yang nyaman dan terus maju.
•    Dari LinkedIn kita bisa sharing dan belajar bagaimana menyelesaikan suatu masalah dengan bijak, dari sebuah permasalahan umum yang dialami sebuah company, saling support, saling mengembangkan potensi diri maupun mengembangkan bisnisnya masing-masing.

Disini key’nya adalah benar dan konkrit, jadi selama pengalaman dari sebuah masalah yang akan disharing-kan tersebut adalah benar dan memberikan hal positif maka tak ada salahnya untuk bisa dibagikan kepada temen – temen lainnya. Sebab, yang namanya hikmah dan solusi itu bukan hanya saja diambil dari satu permasalahan, akan tetapi bisa juga dari berbagai masalah, dan masalah itulah yang mengajarkan kita berpikir sehingga terlahir solusi yang terbaik dan bijak.


#LinkedInIndonesia
#What'sLinkedIn
#LinkedInNetwork

Comments

Popular posts from this blog

Mungkin Kita Pernah Kecewa?

Film Negeri 5 Menara Full Series 2019

Jargon Daarut Tauhiid