Cara agar bisa Istiqomah itu bagaimana?

Istiqomah…, ya itu adalah salah satu perkara yang tidak mudah.,

Ada sebuah ulasan cerita yang saya kaitkan. Suatu hari saya ditanya oleh salah seorang santri yang saya lupa lagi namanya siapa, dia bertanya kurang lebihnya seperti ini: “ketika saat ini kita sedang berusaha menjadi baik dan sedang dalam memperbaiki diri, tapi kenapa semangat ini sering kali naik turun, dan masalah itu seperti datang bertubi-tubi sehingga dalam ibadah pun menjadi tidak istiqomah dan terkadang terlalaikan”. 



Sejenak saya diam, dan berpikir bahwa apa yang ia tanyakan sebetulnya adalah peristiwa yang sering saya rasakan pula, sehingga saya berpikir dia bertanya pada orang yang tidak tepat sepertinya. Ketika dirinya merasa tidak istiqomah dalam menghafal Al-Quran misalnya, lalu apa kabar dengan diri saya? Seorang santri saja adakalanya merasa ujian itu membuat dirinya jenuh dan merasa ujian itu terasa berat.

Sebenarnya itu semua adalah bentuk kecintaan Allah SWT, sebab salah satu tanda Allah mencitai diri kita adalah memberikan diri kita ujian, sebab disanalah ternyata Allah care terhadap kita, sayang kepada hambanya, disanalah Allah peduli terhadap umatnya. Ada yang diuji dengan hafalannya, diuji dengan jabatan, kedudukan, paras, bergelimang harta, dan lain sebagainya.

Teringat sebuah kisah nabi Ayub as, seorang nabi yang diuji sebuah penyakit langka dan berat, ditinggal dan dijauhi oleh orang-orang termasuk istri-istri lainnya, harta dan kekayaannya. Ada yang mengatakan beliau diuji penyakitnya selama 18 tahun, ada yang mengatakan 20 tahun, bahkan ada pendapat pula yang mengatakan lebih dari 20 tahun. Lalu apakah ujian kita lebih besar dari itu, apakah ujian kita lebih berat dan lebih lama dari itu semua? Pantaskah kita mengeluh padahal jika dibandingkan begitu lebih banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita. Jika merasa ujian ini terasa besar seperti kapal, maka ingatlah pertolongan Allah seluas lautan dan Samudra, sehingga itu semua tidak ada apa-apanya. Kisah nabi Ayub yang patut kita teladani dalam hidup mengenai kesabarannya perlu lah kita tiru, bahwa semakin kita diuji maka harusnya rasa yakin kita kepada Allah harus meningkat dan semakin ujian tersebut semakin terasa berat, maka iman kitapun harus semakin kuat akan kecintaan Allah terhadap diri kita. 

Ada fakta mengejutkan sekaligus menyedihkan bagi sebagian umat muslim didunia. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini banyak diberitakan diberbagai media terkait marabahayanya virus corona atau covid-19, yang menyebar begitu cepat. Hal ini dibuktikan berdasarkan data dari https://www.healthmap.org/ bahwa sebanyak 82.587 kasus dikonfirmasi hal ini diupdate pertanggal 27 Februari 2020. Dengan semua ini, bagian pemerintahan kerajaan Saudi mengeluarkan kebijakan secara cepat yakni menutup sementara akses pemberangkatan maupun kedatangan jemaah umroh, hal ini untuk memberikan kewaspadaan dan demi kebaikan bersama. Tentu bagi sebagian jemaah hal tersebut menjadi sebuah keprihatinan karena niatan ibadahnya untuk pergi ke tanah suci harus ditunda sementara waktu. Namun bagaimana lagi semua kembali kesetiap kesadaran individunya masing-masing bahwa inilah untuk kebaikan bersama, sebab kitapun menyadari bahwa semua yang terjadi atas izin Allah, dan begitupun dengan virus tersebut ada karena atas izin dan kekuasaan Allah SWT. Dan inilah ujian, yang sudah seharusnya kita selalu berdoa dan meminta berlindungan Allah serta diberikan kesabaran untuk bisa bertemu dan menjalankan ibadah ditanah suci Makkah. Labbaikallahumma labbaik…,



Semua orang yang hidup dimuka bumi ini pasti diuji, baik itu seorang pengamen, penjual, santri, guru, pilot, presiden, ustad, kiyai, bahkan seorang Nabi pun ia diuji, yang perlu kita tanamkan adalah rasa sabar dan ikhlas serta berpikir positif. Sebab tempat istirahat sebenarnya adalah nanti ketika kita berada di Syurganya Allah, Insyaa Allah…,

#UjianHidup
#SabarKarenaAllah
#KisahNabiAyub
#TobatkanDiri
#WaspadaVirusCorona

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mungkin Kita Pernah Kecewa?

Game Cisco Aspire CCNA Edition

Daftar Pondok Yang Ada di Kuningan Jawa Barat