Jadilah Mukmin Yang Kuat

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang maha menyaksikan menggolongkan kita menjadi mukmin yang kuat.


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaiton. (HR. Muslim).



Jadi tingkatan orang beriman itu bertingkat-tingkat, makin kuat iman makin baik dan disukai oleh Allah dan pupuk iman itu adalah ilmu. Jadi seseorang akan sulit sekali memiliki iman yang teguh kalau ilmunya kurang.

3 Ilmu yang sangat penting:

1. ilmu tentang mengenal Allah Subhan ahu Wa Ta'ala.
2. Ilmu bagaimana syariat Allah Subhanahu Wa Ta'ala, bagaimana caranya supaya dicintai Allah.
3. Ilmu sunnatullah.

Kebanyakan kita hanya belajar ilmu sunnatullah tapi belum serius belajar ilmu mengenal Allah. Ilmu Shalat itu penting, tapi ada yang lebih penting daripada ilmu Shalat yaitu ilmu mengenal Allah yang memerintahkan Shalat.

Kalau kita ingin jadi manusia yang lebih baik dan lebih dicintai Allah, Wajib bagi kita untuk mengsengajakan diri mencari ilmu.

Yang kita lakukan ini ada 3:
1. Yang bermanfaat
2. Yang membawa mudarat
3. Yang tidak manfaat dan tidak mudarat (sia-sia)

Tidak jauh apa yang kita lakukan ada diantara 3 itu, apakah ini memberi manfaat? Apakai ini memberi mudarat? Atau bahkan apakah ini tidak memberi manfaat dan memberi mudarat alias sia-sia?.

Yang diperintahkan bersungguh-sungguh ialah yang bermanfaat, maka dari itu mencari ilmu itu manfaat dan harus bersungguh-sungguh mencarinya.
 

وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (Q.S Al-Ankabut: 69)

Jangan sampai kesungguhan kita ini dituhankan, Allah satu-satunya yang membulak-balik hati makhluk. Jadi siapa yang bersungguh-sungguh tapi kurang tawakal pasti gelisah karena dia sudaj menuhankan kesungguhannya. Seharusnya sungguh-sungguh itu membuat kita semakin tawakal kepada Allah.

Lanjutannya yang di maksud lemah ialah tidak serius, males-malesan, menunda-nunda, tidak tuntas, nah inilah orang-orang yang lemah itu. Dan lanjutan nya ialah janganlah berkata seandainya karena itu akan membuka jalan tipu daya syaiton. Jdi janganlah berkata seandainya pada sesuatu yang sudah terjadi dan tidak mungkin bisa diulangi.

Kajian: KH. Abdullah Gymnastiar
For more details, you can watch it here!
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=425021644706221&id=294433317256915

#BerlombaDalamKebaikan
#CintaMuhammad
#CintaRasulullah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mungkin Kita Pernah Kecewa?

Game Cisco Aspire CCNA Edition

Daftar Pondok Yang Ada di Kuningan Jawa Barat