Mungkin Kita Pernah Kecewa?


Terkadang kehidupan tidak selalu berjalan lancar sesuai dengan apa yang direncanakan dan kita harapkan.semua Itu memang hal yang biasa sekali kita alami. Kita diawal memang punya tujuan yang baik dan sudah berusaha semaksimal mungkin demi mendapatkan harapan yang kita inginkan, tapi terkadang ada saja masalah dan hambatannya, sehingga membuat mood kita tidak semangat lagi dan patah semangat dalam menjalani hidup. Bahkan semua itu membuat hari – hari kita menjadi galau, ga karuan, berandai – andai sesuatu hal yang telah terjadi, andai saja kalau kemarin saya…, kalau saja saat itu…, terus saja menyalahkan keadaan…, dan memang hal itu tidak mudah kita alihkan dan kembali membangun rasa semangat untuk kembali bangkit.


Apa yang kita lakukan pada saat kecewa sehingga menghadapi kegalauan sampai tingkat 4 misalnya? 
Mungkin dizaman atau di era media sosial saat ini kita sering mengadu pada netizen dengan cara memposting di status, story Instagram, Whatsapp, Facebook dan lain sebagainya, yang isinya minta respon atau tanggapan dari netizen, sehingga mungkin rasa galaunya teralihkan dan bisa terobati, atau bahkan memanfaatkan kegalauan itu misalnya dengan melakukan polling dan meminta saran diantara dua pilihan atau lebih dan cara sebagainya yang tujuannya untuk memberikan informasi pada dunia bahwa saya ini sedang galau, saya sedang sedih, saya sedang tersakiti, dan meminta pertolongan dengan mencari perhatian begini – begini, begitu untuk menghadapi masalah tersebut.
Kenapa kita tidak meminta pertolongan Allah?
Lebih baiknya, sebelum kita istisyarah kepada netizen atau meminta pendapat kepada netizen maka kita mintalah petunjuk kepada Allah SWT. Karena Allah lah yang Maha Pemberi Pertolongan. Karena dalam hal ini pernah saya dengar dalam ceramahnya ust. Hanan bahwa dalam meminta pendapat itu ada tingkatannya, yaitu ada:
  1. Istikharah: Tingkatan pertama dalam meminta petunjuk kepada Allah SWT, karena sesungguhnya Allah sebaik-baiknya Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Pemberi Pertolongan bagi hambanya. Maka panggilah Allah, panggil lah Allah dengan nama – nama terbaik, sesuai dengan masalah kita saat ini atau dengan cara tematik. Misalnya Yaa Jabbar, ketika saat posisi kita terdzolimi atau tersakiti, atau apapun itu nama – nama Allah yang kita ketahui pada Asmaul Husna atau bacaan lainnya, Wajburni Yaa Jabbar, hiburlah aku Yaa Allah, hiburlah hati aku Yaa Allah, serta nama Allah yang Mulia lainnya. 
  2. Istifta’: Yaitu meminta pendapat dari ulama atau orang yang berilmu   
  3. Istisyarah: Minta pendapat orang yang lebih bijak atau orang yang sudah berpengalaman misalnya sahabat ataupun teman kita.


Jadi, apabila kita sedang ada masalah atau posisi kita sedang kecewa, sebelum Yaa Ayuhal netizen, atau Yaa Ustadz, atau Yaa Kiyai, Yaa Syeikh, maka Yaa Allah, panggil Allah SWT. Mengadulah kepada-Nya. Berdoálah kepada Allah SWT. Mudah- mudahan Allah jadikan kita menjadi mukmin yang kuat, yang tetap istiqomah dijalan-Nya.

#YaaAllah
#IstikharahCinta

Comments

Popular posts from this blog

Rihlah Trijaya bersama Al-Kahfi

Kuliah IT

Presidential Election in Indonesia 2019