Zuhud


Kajian MQ Pagi, 26 Maret 2019
KH. Abdullah gymnastiar

Apa itu zuhud? Apakah zuhud tidak punya harta?
Zuhud itu tidak berkaitan dengan fisik, tapi berkaitan dengan hati. Zuhud itu bukan masalah tampak luar tapi hati. Zuhud ini merupakan suatu sifat baik/ terpuji yang Allah SWT sukai, sebab seseorang yang memiliki sifat zuhud ini seseorang dengan mudah lebih mengutamakan cinta akhirat dibanding dunia yang sifatnya sementara. Mudah - mudahan Alloh yang maha menatap, maha mendengar senantiasa menggolongkan kita menjadi hamba Allah SWT yang Zuhud.

Dalam sebuah hadist:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ قَالَ أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ دُلَّنِى عَلَى عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِىَ اللَّهُ وَأَحَبَّنِىَ النَّاسُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ازْهَدْ فِى الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ وَازْهَدْ فِيمَا فِى أَيْدِى النَّاسِ يُحِبُّوكَ ».

Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, ia berkata ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah dan selainnya. An Nawawi mengatakan bahwa dikeluarkan dengan sanad yang hasan)

Terdapat sebuah ciri zuhud, diantara ada 3 ciri orang zuhud, yaitu:

1.    Dia lebih meyakini dengan apa yang ada disisi Alloh daripada apa yang ada dalam genggamannya.
Bisa jadi orang itu ditakdirkan kaya tapi dia tidak merasa mulia dengan kekayaannya karena dia tau kemuliaan itu disisi Alloh, dia tidak merasa aman dengan jumlah kekayaannya karena dia tahu bisa sekejab diambil oleh Alloh. Makanya orang yang zuhud itu melihat uang berapapun sama karena dia meyakini yang menjaminnya itu bukan apa yang ada pada dirinya tapi jaminannya itu apa yang ada disisi Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

2.    Dia lebih mengharapkan pahala dari musibah yang dijalaninya.
Kita bisa belajar dari saudara kita yang tertimpa musibah di new zealand yang begitu memaafkan pelaku dengan lapang dada. Kenapa bisa begitu? Karena beliau yakin apa yang ada disisi Alloh, pahalanya dengan pahala musibah ini sangat luar biasa besar.

3.    Kalau dia berada dalam kebenaran dipuji dan dicaci itu sama.
Jadi jika kita bangga dengan pujian orang dan mudah tersinggung jika dihina itu berarti kita masih mengharapkan kedudukan disisi makhluk. Tapi kalau orang yang juhud dipuji, dicaci sama aja tidak ada apa-apanya karena bagi dia yang menjamin itu ialah Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

C’mon sahabat kita sama-sama evaluasi hati kita dengan ikhlas, karena kalau kita ingin dicintai Allah SWT maka zuhudlah terhadap dunia, kalau kita ingin dicintai oleh manusia maka zuhudlah dengan apa yang ada ditangan manusia.

Mudah-mudahan Allah SWT yang maha mendengar menggolongkan kita jadi orang yang zuhud terhadap dunia ini juga zuhud dengan apapun yang ada ditangan manusia dan mudah-mudahkan Allah SWT menggolongkan kita menjadi orang yang dicukupi dengan rizki yang halal dan penuh dengan keberkahan. Aamiin Ya Rabbal 'aalamin…,

Untuk selengkapnya sahabat bisa menyimak pada link berikut ini:
https://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar/videos/413659399431239/

Comments

Popular posts from this blog

Rihlah Trijaya bersama Al-Kahfi

Kuliah IT

Presidential Election in Indonesia 2019