Pray For New Zealand


Inna lillahi wa inna illaihi ra'jiun...,

Telah terjadi musibah sangat besar di Selandia Baru, kemarin pada hari Jumat terjadi penembakan di 2 Masjid Selandia Baru dan jumlah orang yang tewas ada 49 orang dan banyak yang mengalami luka yang parah. Sungguh perbuatan yang sangat keji, tidak berperikemanusiaan perbuatan teror  dan perbuatan terorisme yang sesungguhnya.  Semoga yang wafat Allah jadikan Syuhada masuk Surga tanpa hisab, untuk yang terluka semoga Allah gugurkan setiap dosanya, dibersihkan dan di angkat derajatnya setinggi-tingginya oleh Allah SWT. Dan semoga keluarga yang di timpa musibah seperti ini diberikan kekuatan iman, kesabaran, hikmah, pahala yang besar dan diberi limpahan kasih sayang Allah sehingga kelak bisa berkumpul jadi Ahli Surga.

Kepada seluruh umat islam diserukan untuk benar-benar bertindak sedekat mungkin dengan apa yang di tuntunkan.

1.    Mari kita terus perbanyak do'a untuk saudara kita yang sedang tertimpa musibah ini, Allah Maha Mendegar setiap do'a dari hambanya.

2.    Jangan pernah surut untuk memakmurkan Masjid dimanapun juga, teror seperti ini tidak boleh mengurangi semangat kita untuk tetap datang ke Masjid dan memakmurkannya. 

3.    Jangan sebarkan video pembunuhan ini, karena ini akan memancing inspirasi bagi orang yang buruk dan mungkin inilah yang dikehendaki oleh pembunuh ini dengan agar tersebarnya video keji ini, karena dia sengaja menayangkan langsung pembunuhan kejam, brutal dan luar biasa tidak berperikemanusiaan ini. Diserukan untuk stop dalam penyebaran video ini, karena itulah yang diinginkan oleh mereka.

Dan semoga kita tetap umat islam untuk tetap jernih dalam berpikir, tepat dalam bersikap jangan sampai terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan kejadian ini.  Yang memprovokasi umat islam untuk saling bertindak melanggar dalam hukum negara, hukum agama dan hukum Allah. Tetap kita menyikapinya dengan kejernihan jangan sampai kita terprovokasi sehingga kita melakukan perbuatan yang salah dalam pandangan agama dan juga tidak benar dalam hukum negara.

Semoga di Negara manapun bisa mengambil hikmah untuk melindungi umat islam yang minoritas dimanapun, karena perbuatan ini adalah perbuatan yang sangat tidak berperikemanusiaaan. Na’udzubillahi mindzalik.

Semoga kita semua semakin dekat dengan Allah SWT, berlindung kepada Allah SWT dan mendoakan saudara kita dimanapun mendapat lindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin

1.    Sahabat sahabat sekalian, dalam hidup ini kita harus sangat siap dengan kejadian yang diduga dan kejadian yang tidak terduga.
Seperti kemarin seorang Bapak yang Istrinya pergi dari rumah untuk pergi ke kantor diantar oleh suaminya, tapi ketika pulang sore hari istri ini pingsan di dalam angkot dan sesampainya di rumah sakit beliau sudah wafat. Pagi masih jumpa sore sudah tidak lagi bisa bersama-sama. Ada yang sedang mengantar anaknya pergi sekolah dan itu adalah pertemuan yang terakhir.  Ada yang mengantar suaminya sampai depan pintu untuk pergi ke kantor, itupun bisa jadi pertemuan yang terakhir.

Di dalam hidup ini harus selalu siap dengan yang cocok dan yang tidak cocok, karena kita punya rencana dan Allah juga punya rencana. Ada istilah "sedia payung sebelum hujan" berarti orang itu siap untuk hujan dan siap untuk tidak hujan. "Sedia ban serep dikendaraan" berarti orang itu siap saat bannya bocor dan siap jika ban nya tidak bocor.

Kita harus sangat siap dengan kejadian apapun karena kita punya rencana dan Allah pun punya rencana. Dan yakin yang pasti terjadi adalah rencananya Allah. Mana yang terbaik rencana kita atau rencana Allah?  Pastinya rencananya Allah. Boleh jadi yang kita inginkan ini bukan yang terbaik,  maka harus siap dan ingat yang menentukan adalah Allah.  Yang kita inginkan belum tentu yang terbaik.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
"...Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)

Jadi tugas kita adalah meluruskan niat,  menyempurnakan ikhtiar,  bersemangatlah,  dan bersungguh-sungguh dengan apa yang bermanfaat bagimu. mintalah tolong kepada Allah dan jangan bersikap lemah. Bulatkan tekad, sempurnakan ikhtiar dan serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Apapun yang terjadi, jika niat kita sudah lurus ikhtiar kita maksimal dan tawakal sudah kita sempurnakan,  Insya Allah akan terjadi sebaik-baiknya kejadian.

2.    Kalo suatu saat terjadi sesuatu, maka kita harus ridho kepada takdir yang ada.
Tidak boleh mengeluh dengan takdir yang menimpa kita,  karena jika sesuatu sudah terjadi ini sudah takdir Allah,  kita harus menerima setiap takdirNya dan Allah berbuat dengan apa yang dikehendakinya. Kalau nanti ada yang menimpa kita suatu kejadian padahal kita sudah ikhtiar maka terima saja. Sebab, barangsiapa yang ridho menerima takdir Allah dan ketentuan-Nya, Allah ridho kepada kita. Dan barang siapa yang marah dan tidak ridho kepada ketentuan-Nya, Allah pun akan murka terhadapnya.

Kita ini milik Allah dan dalam penguasaan Allah, Allah berbuat apapun kepada kita itu pasti baik. Allah tidak pernah zalim kepada mahluknya, apalagi kepada orang yang beriman. Tidak ada kezaliman disisi Allah. Oleh karena itu kalau terjadi sesuatu harus ridho. Karena kita ridho atau tidak ridho sekalipun takdir itu pasti terjadi. Bedanya jika kita ridho maka Allah pun ridho, jika kita tidak ridho maka Allah menjadi murka kepada kita. Terima bagi apapun yang menimpa kita, jangan pernah menyerah oleh sebuah keadaan.  Jangan pernah putus asa oleh sebuah situasi.  Semangat dan maju terus karena ridho kepada kebaikan itu adalah kebaikan.

Jadi jangan pernah kita menjadi orang yang putus asa, maju terus. Karena dalam kejadian ini jika disikapi dengan bensr pasti akan menjadi kebaikan, bahkan di dalam kepahitan sekalipun. Seperti beliau ini yang meninggal dengan tertembak, syariatnya dibantai tapi hakikatnya dimudahkan menjadi syuhada, karena bayangkan sedang Shalat Jum'at dan masih tinggal di Masjid ditembaki, hingga berjatuhan sampai 49 orang tewas bahkan yang lari keluar sekalipun. Syariatnya ini adalah pembantaian keji, tapi hakikatnya bagi yang bersangkutan semoga menjadi syuhada masuk Surga tanpa hisab. Semoga Allah mengumpulkan keluarga ini yang di uji ini di Surganya Allah, karena di Dunia semua pasti berakhir dan sebaik baik akhir adalah husnul khatimah, dan berkumpulnya yang terbaik adalah berkumpul di SurgaNya kelak. Aamiin ya Robb

3.    Jangan mempersulit diri
Di dalam kehidupan ini, kita harus berfikir secara jernih,  menggunakan akal yang sehat dan hati yang jernih supaya kita tidak terjebak oleh pikiran kita sendiri yang membuat kita menjadi tambah masalah bukan mendapatkan solusi. Karena ada yang sibuk memikirkan masalah tanpa memikirkan solusinya,  akibatnya hal yang kecil pun bisa menjadi besar. Orang yang bisa menempatkan diri pada tempatnya itulah yang disebut sebagai ahli takwa.

Jangan suka mendramatisir masalah, tetap cari informarsi yang BAL (Benar,  Akurat, Lenkap)  sikapi sesuatu dengan proposional. Kita harus sangat siap atas segala keadaan,  karena kita harus yakin bahwa disetiap keadaan itu adalah baik jika kita menyikapi keadaan itu dengan benar.

4.    Evaluasi diri
Kebaikan apapun datang dari Allah, dan keburukan yang menimpa boleh jadi diundang dari keburukan kita,  maka kita harus sering evaluasi diri. Orang yang tidak pernah rugi adalah orang yang paling gigih dalam mengevaluasi diri. Barang siapa yang sibuk mengevaluasi diri dia akan tahu apa yang harus diperbaiki dan dia akan memperbaiki dirinya. Dan barang siapa yang serius memperbaiki diri Insya Allah dia akan bisa memperbaiki yang lain.

Orang yang tidak sanggup mengevaluasi diri, dia tidak akan menemukan kesalahan diri,  dan jika tidak bisa menemukan kesalahan diri maka dia tidak bisa tobat untuk memperbaiki diri. Dan orang yang tidak bisa memperbaiki diri tidak akan bisa memperbaiki siapapun tanpa izin Allah.

Cukuplah Allah sebagai penolong kita. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
 حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

"..Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 173)



Kajian MQ Pagi 2019: Bersama KH. Abdullah Gymnastiar

For more details, you can watch it here!
https://youtu.be/T17b3UfUGLU

#PrayForChristchurch
#TerrorismHasNoReligion
#KolaboratorKebaikan

Comments

Popular posts from this blog

Film Negeri 5 Menara Full Series 2019

Mungkin Kita Pernah Kecewa?

Jargon Daarut Tauhiid