Hidup Pasti Memiliki Ujian


Dunia ini begitu luas dan lapang, terdapat alam serta pemandangan indah yang perlu kita syukuri. Secara tak sadar hal tersebut kita lewati tanpa kita maknai, terhalang dengan sebuah masalah dan persoalan yang menghampiri kita. Seolah – olah masalah yang kita hadapi adalah masalah yang besar, ujian yang begitu rumit, sehingga terkadang kita pun lupa bahwa terdapat Maha Besar, yaitu Allah SWT. Kepadanya kita mengadu, kepadanya kita meminta dan kepadanya kita meminta pertolongan hidup. Benar adanya memang, setiap orang pasti memiliki suatu masalah, tapi tingkat kebahagiaan hidupnya tergantung dari bagaimana kita menyikapi masalah tersebut. Dan perlu kita sadari bahwasannya kita hidup utamanya adalah beribadah kepada Allah SWT.

(Q.S Al-Anbiya ayat 35)

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan."

Jadi, yang namanya ujian itu bukan yang pahit saja, bukan hanya dicaci, dipuji juga ujian. Kekayaan, jabatan, popularitas semuanya itu ujian. Berapa banyak yang gara-gara naik pangkat jadi pencuri, jadi koruptor.

Mana yang lebih berbahaya, ujian kepahitan atau ujian kesenangan? Ujian kesenangan lebih berbahaya karena disenangi oleh nafsu. Sedangkan nafsu itu kecenderungannya adalah mengingkari perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jika kita punya uang nafsu itu cenderung menggiring kita untuk membeli sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Contoh dalam makan, yang dicari dalam makan itu sebetulnya nutrisinya. Tetapi nafsu itu tidak memikirkan nutrisi. Makan itu juga ibadah, harus dipertanggungjawabkan, bukan enaknya tapi saripatinya dia menyehatkan tubuh kita atau tidak.

Nafsu itu adanya pada kesenangan, ujian kesenangan. Bagaimana menyikapinya? Cara menyikapinya adalah harus banyak bersyukur baru bisa lulus ujian. Kembalikan bahwa semua ini milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Lalu gunakan nikmat ini untuk mendekat ke Allah. Jadi jangan sampai kita menggunakan nikmat itu untuk mengikuti nafsu, gunakan nikmat itu untuk mengajak kebaikan. Gunakan untuk banyak ibadah dan menolong orang.

Apapun nikmat yang Allah beri, ini milik Allah, ini dari Allah, gunakan untuk mendekat ke Allah. Dan tampakan nikmat itu ke orang agar ingat kepada Allah.

Mudah-mudahan kita bisa lulus dalam ujian ini. Karena ujian itu tidak berbahaya, yang berbahaya adalah jika salah dalam menyikapinya. Dan perlu diingat pula bahwasannya Allah tidak akan menguji seorang hamba diluar kemampuannya. Ingat ada Allah yang selalu bersama kita.Jika masalah kita besar, kita masih punya pertolonogan Allah Yang Maha Besar.

Penceramah: KH. Abdullah Gymnastiar
For more details, you can watch it here!
https://www.facebook.com/KH.Abdullah.Gymnastiar/videos/649480788821973/

#TenangAdaAllah
#IngatAllah

Comments

Popular posts from this blog

Rihlah Trijaya bersama Al-Kahfi

Kuliah IT

Presidential Election in Indonesia 2019