Diamnya adalah Dzikir

(Gambar: sahabatyamima.id)


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ  وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۚ  رَبَّنَا مَا  خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًا  ۚ  سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 191)

Apa yang harus kita lakukan dengan akal pikiran ini, karena kita sering sekali diamnya adalah diam kosong, pemikirannya tak jelas kemana - mana dan ngelantur tidak terkendali, bahkan sering kali pikiran kita ini bukan menjadi solusi tetap malah menambah masalah baru. Astagfirullah…,

Lalu, Apa yang harus kita lakukan dengan pikiran kita ini, agar bisa berpikir dengan akal sehat?
1.    Otak ini tugas utamanya adalah Tadabur terhadap Al Quran, ayat ayat Allah.
Karena Al Quran ini adalah pemandu hidup kita, cahaya yang membjat kita bisa melewati hidup ini.  Karena orang orang yang tidak mentadaburi Al Quran akan rugi karena hidup ini akan bahagia dan selamat jika kita di pandu dengan Al Quran dan tentu dibantu dengan Hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Mari kita luangkan waktu untuk membaca dan mentafakuri Al Quran, sambil melihat terjemahannya karena banyak hal yang bisa menjadi solusi.

2.    Gunakan otak kita ini untuk mentafakuri ayat-ayat Kauniyah
Mentafakuri setiap apa yang kita lihat,  hikmah dan pelajaran apa yang bisa kita ambil dari apa yang kita lihat,aapa yang kita rasakan, dan apa yang diciptakan oleh Allah. Banyak sekali hal yang membuat hari hari kita untuk ditafakuri,  mentafakuri ayat ayat Kauniyah dari apa yang kita lihat dan rasakan agar kita senantiasa nyambung kepada Allah. 

Jika kita terus tersambung ke Allah, akan mudah bagi Allah untuk membimbing kita untuk menyelesaikan masalah. Dalam hal ini kita bukannya tidak boleh mikir/ berpikir, tapi upayakan setiap mikirnya kita harus menjadi dzikir, agar keberkahan tersebut ada didalamnya.

3.    Gunakan akal ini untuk bersyukur
Selalu bersyukur dengan setiap hari kita selalu diberi nikmat oleh Allah Ta'ala. Nafas gratis, ubuh kita bisa bergerak ini adalah nikmat dari Allah. Allah Subahahu Wa Ta'ala berfirman:
فَبِاَيِّ اٰلَآ ءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman 55: Ayat 13)

4.    Setidaknya jikalau kita ingin merenung untuk berpikir, gunakan hal tersebut untuk bermuhasabat diri, merenung berpikir terhadap dosa yang telah kita lakukan untuk segera bisa kita obati.

5.    Dan terlebih dari itu yang terpenting adalah berpikir tentang Kematian
Seandainya kita mati, bekal apa yang sudah kita persiapkan?  Jika ingat belum punya bekal, maka hal ini akan dilakukan secara mati-matian mempersiapkan bekal untuk akhirat nanti.

Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian. Mudah-mudahan kita semua bisa menggunakan akal kita ini dengan sebaik-baiknya, bisa mentafakuri segala sesuatu agar bisa selalu yakin dan tersambung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

For more details, you can watch it here!
https://youtu.be/QaE-FROZcV0

#HamasahForIstiqomah

Comments

Popular posts from this blog

Film Negeri 5 Menara Full Series 2019

Jargon Daarut Tauhiid

Katanya Anak IT!