Membiasakan Dhuha

Kakak saya pernah berkata bahwa coba belajarlah untuk membiasakan menunaikan shalat sunnah. Ketika menjelang Ujian Nasional atau saat saat saya kelas XII. Saya coba bangun malam dan mencoba membiasakannya. Hari - hari pertama dan minggu - minggu pertama Alhamdulillah saya dapat menunaikan shalat malam tanpa bolong - bolong. Namun, waktu berjalan dan demikian godaan pun selalu ada, sehingga kebiasaan tersebut tak tahan lama. 

Suatu hari, kami berdialog kembali dan memberikan sebuah saran bahwa, ketika saya belum mampu untuk menunaikan shalat malam yang konsisten, maka cobalah untuk membayarnya dengan shalat dhuha. Jadi saat itu ketika saya tidak sempat bangun untuk shalat malam, maka saya harus menggantikannya dengan shalat dhuha. Demikian waktu berjalan, saya berpikir bahwa sudah sekian lama saya untuk mengistiqomahkan Alhamdulillah, saya malu ketika sunah ini belum ada peningkatannya. Sehingga kebiasaan dhuha tersebut saya tambah rakaatnya seiring rasa keimanan kita terasa cukup. Dari sana saya berpikir bahwa tak mengapa sedikit, karena disini saya belajar untuk bagaimana saya bisa berusaha untuk istiqomah. Dan tak mengapa pelan, karena Allah pasti melihat usaha kita. Karena bukankah Allah lebih menyukai suatu perkara yang bersifat continue walau itu sedikit?., Sehingga dari saat itu mulai terasa bahwa indahnya sunah, ketika saya dengan tak sengaja meninggalkannya, maka saya sungguh sangat menyesal dan memohon ampun, walau hal tersebut bukanlah perkara yang wajib.

Dari semenjak waktu itu, saya membiasakan di dunia perkuliahan. Begitu banyak nikmat yang dirasakan yang tak bisa diukur dan dijelaskan. Teringat ketika mau Sidang Skripsi Agustus kemarin, walau sudah tahu masing - masing karakter pengujinya, jujur saya agak nervous, hha., Jadi saya sempatkan untuk pergi dulu ke mesjid saat itu. Dan Qadarullah, Alhamdulillah akhirnya saya bisa melewati sidang tersebut dengan lancar, meskipun dengan waktu lebih kurang 40 menit, hha...,

Membiasakan hal tersebut bukanlah perkara yang mudah, walau ujian selalu ada dan terkadang ada kalanya lupa, namun disini tunjukanlah bahwa kita berusaha untuk selalu menunaikan dan menjaganya. Mudah- mudahkan hal tersebut bisa saya tunaikan hingga akhir kehidupan.

Berusaha terus dan yakin bahwa banyak fadillah yang kita rasakan ketika kita mendawamkan hal tersebut. Terus belajar istiqomah dan sabar, mudah - mudahan apa yang diharapkan terkait rezeki kita, ampuni dosa kita, bisnis kita, jodoh kita, urusan kita senantiasa Allah selalu mudahkan..., Insyaa Allah.,

Tidak ada komentar: